:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1790105/original/002896100_1512384593-18454054_303.jpg)
Liputan6.com, Jakarta - Berawal dari tawaran seorang kolega dari UNHCR (badan PBB untuk pengungsi) untuk membantu pengungsi yang terlunta-lunta di Indonesia, Franka Soeria, founder Markamarie sekaligus Modest Fashion Weeks Global, merintis Benang Project sejak Oktober 2018. Tujuh orang pengungsi yang lolos seleksi kini bisa memiliki harapan kembali.
"Mereka sampai bilang kalau hidup mereka seperti menemukan titik cerah," ujarnya kepada Liputan6.com, Kamis, 9 Mei 2019.
Caca, panggilan akrabnya, menerangkan Benang Project adalah program pelatihan fashion bagi para pengungsi internasional. Berbagai keterampilan diberikan, seperti mendesain, membuat pola, menjahit, teknik pemotretan, hingga fashion show.
Meski belum sempurna, hasil karya mereka yang berkolaborasi dengan Markamarie sudah tampil di empat negara. "Pertama tampil di Jakarta, kemudian di Paris. Dari Paris, aku bawa ke Turki. Setelah itu bawa ke Dubai," katanya.
Para pengungsi yang tergabung dalam Benang Project melewati proses seleksi terlebih dulu. Ada pengalaman menyedihkan saat tahap itu berlangsung. Seorang pengungsi memutuskan bunuh diri karena merasa tak memiliki harapan lagi.
"Kebayang dong, mereka di negara asalnya awalnya punya penghidupan, statusnya di atas. Begitu jadi pengungsi, mereka tak bisa melakukan apa-apa, bahkan bertahun-tahun. Padahal, mereka butuh makan," tutur Caca.
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Benang Project, Memberi Harapan Pengungsi Lewat Fashion"
Post a Comment