Yang menyedihkan lagi, belum banyak atau berkurangnya ketertarikan dari generasi muda untuk meneruskan kepandaian membuat alat utama dalam membatik, yaitu canting dan malam. Kepada merekalah penghargaan CHI Award 2018 kategori pelestari diberikan. CHI Award 2018 juga diberikan kepada Kategori Penerus, Inovator, dan juga Penghargaan Khusus (Legacy).
"Legacy bikin kita prihatin, saat ini, pengrajin canting di Pekalongan, hanya tinggal satu keluarga, belum ada penerusnya. Cantingnya saja terbilang murah dijual dengan harga 3000 rupiah, padahal di tempat lain bisa mencapai 25 ribu rupiah," tutur Musa Widyatmojo, pada Liputan.com di acara konferensi pers CHI Award, Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Sabtu (10/11/2018).
Let's block ads! (Why?)
Bagikan Berita Ini
Related Posts :
VIDEO: Indahnya Bunyi Instrumen Musik dari Motor BekasLiputan6.com, Jakarta Slamet Jenggot adalah seorang seniman yang menggunakan berbagai komponen bekas… Read More...
Pekerja Bangunan Berikan Kursi untuk Lansia di MRT, Cerita di Baliknya Tuai SimpatiLiputan6.com, Jakarta - Lewat sebuah unggahan di akun Facebook, Regina Yqh, Rabu (17/7/2019), cerita… Read More...
STP Bandung Jadi Pengawas Katering Jemaah Haji Indonesia di Arab SaudiLiputan6.com, Jakarta Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung ikut berpartisipasi mengawasi dan meng… Read More...
Serunya Berkunjung ke Bori Kalimbuang, Destinasi ala Stonehenge TorajaLiputan6.com, Rantepao Pernah dengar destinasi Stonehenge yang ada di Inggris? Kalian tidak perlu ja… Read More...
Buka Rute Baru, AirAsia Makin Serius Perkuat Pariwisata IndonesiaLiputan6.com, Jakarta AirAsia Indonesia semakin serius mengembangkan konektivitas udara. Sekaligus, … Read More...
0 Response to "Alasan CHI Award Beri Penghargaan pada Pengrajin Batik"
Post a Comment